LokaDok OmniCare: Sistem Aplikasi Reservasi untuk Klinik dan Rumah Sakit

waiting time can be stressfullMenunggu adalah satu hal yang menjemukan dan menyebabkan waktu terbuang dengan sia-sia. Namun tanpa disadari masih banyak dari kita menyia-nyiakan waktu karena mengantri untuk suatu pelayanan kesehatan. Menurut hasil survey yang dikutip dari The Journal of Medical Practice Management pada artikel 10 most patients complaint that front offices receieved, Waktu Menunggu ternyata mendapatkan peringkat #1 sebagai keluhan terbesar para pasien.

#1 Patient Complaint
Waktu Menunggu keluhan utama pasien

Hal ini bukan menjadi masalah di negeri kita saja, tetapi di negara maju lainnya juga, hanya saja di negeri kita masalah ini lebih buruk karena tidak adanya sistem manajemen antrian yang memadai. Berbeda dengan cara masyarakat seperti di Australia atau Singapura, di sana pasien dituntut untuk melakukan booking perjanjian terlebih dahulu sebelum bertemu dengan dokter. Pasien yang melakukan booking akan lebih diprioritaskan ketimbang mereka yang langsung berkunjung (walk-in). Contoh lain, masyarakat Jerman sudah lebih menyadari pentingnya waktu, sehingga dokter atau pelayanan kesehatan dapat dituntut untuk waktu menunggu yang terlalu lama. Sedangkan kasusnya di tanah air berbeda, sepertinya masyarakat Indonesia masih belum terlalu menyadari penuh bahwa waktu mereka banyak terbuang sia-sia karena menunggu yang lama di rumah sakit / klinik. Masyarakat juga masih enggan melakukan booking perjanjian dan lebih memilih kunjungan langsung (walk-in) ke fasilitas kesehatan. Cukup aneh? Sebenarnya tidak. Banyak dari masyarakat enggan melakukan booking perjanjian karena masih belum melihat faedahnya. Sistem booking perjanjian yang digunakan hampir seluruh fasilitas kesehatan di tanah air bukan menjawab permasalahan, namun malah menimbulkan permasalah-permasalahan baru. Sistem yang digunakan menggunakan sistem nomor urut yang sangat tidak fleksibel bagi pasien.

Sistem ini banyak sekali efek negatif yang beruntun. Pertama, sistem ini hampir tidak ada bedanya dengan mengantri, hanya saja pasien bisa menunggu di tempat lain (misal: rumah atau kantor) jika nomor urut yang diterima masih cukup jauh dari nomor urut yang sedang berjalan saat melakukan booking perjanjian. Menurut hasil survei yang kami lakukan ke beberapa pasien, lebih banyak pasien akhirnya memutuskan untuk mengantri lebih awal daripada nomornya terlewatkan. Selain itu, sistem konvensional ini juga tidak mengatur limit maksimum penerimaan antrian dari seorang dokter. Untuk seorang dokter dapat memberikan pelayanan yang efektif dan maksimal, dibutuhkan berkisar 10 s/d 15 menit untuk setiap pasiennya, jadi untuk rentan waktu 2 jam misalnya, seorang dokter efektif menangani sebanyak 8 s/d 12 pasien maksimum. Namun karena kebanyakan pasien lebih memilih walk-in dan enggan melakukan booking terlebih dahulu, alhasil jumlah antrian bisa melebihi dari batas kapasitas seorang dokter. Akibatnya, kerja dokter jadi terburu-buru, pasien pun merasa tidak ter-diagnosa dengan baik. Sehingga tidak heran banyak pasien yang mengeluh akan sikap dan pelayanan dokter yang acuh. Tidak sedikit juga kasus kesalahan diagnosa akibat hal ini. Dan yang terakhir, jadwal di praktek lain pun jadi molor. Tidak heran hal ini menjadi keluhan #1 pasien.

Dengan sistem manajemen antrian yang memadai hal ini dapat diatur lebih baik dan waktu menunggu per rata-rata pasien dapat dikurangi. Banyak hal yang dapat dilakukan pihak fasilitas kesehatan dalam mengatur antrian pasien ini. Misalnya: dengan tidak menerima booking pada hari tsb untuk dokter yang sudah penuh. Jadwal juga dapat diundurkan 1-2 hari ke belakang jika tidak mendesak, atau dapat juga diarahkan kepada dokter lain yang lebih senggang, sehingga tingkat pelayanan akan lebih maksimal. Namun tentunya hal ini membutuhkan sistem penunjang yang memadai.

LokaDok akhir-akhir ini telah meluncurkan produk terbarunya, dinamai LokaDok OmniCare. Produk ini ditargetkan untuk segmen klinik dan rumah sakit dengan jumlah dari 3 s/d 500 lebih dokter. Pelayanan kesehatan di tanah air perlu menyadari betapa pentingnya sistem manajemen antrian ini sebagai salah satu bentuk konkrit peningkatan pelayanan kesehatan di tanah air. “Kami berharap dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di tanah air. Dimulai dari sistem manajemen antrian ini, karena merupakan pintu awal dari alur penanganan pasien”, jelas Dannie CEO & Founder LokaDok.

Kedepannya LokaDok akan menambahkan fitur untuk administrasi pasien sampai ke billing, sehingga menjadi suatu sistem kesatuan yang utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>